Monday, 1 April 2019

Don't Be Angry Mom

Bismillah.

Buku ini udah beli sejak 2 bulan lalu tapi belum sempat-sempat bacanya. Baca sekilas aja. Hari ini menyempatkan membaca beberapa lembar. Banyak sentilan- sentilan disana sini yang menggelitik perasaan. Secara teori sudah tahu tapi tetap saja dilakukan. Astaghfirullah...

Marah memang merupakan emosi yang wajar manusiawi. Tapi bagaimana melampiaskan kemarahan itu yang terkadang tidak wajar dan tidak manusiawi. Ya, kemunculan emosi ini terkafang tidak bisa dihindari. Banyak faktor pemicunya.

Sebagai orang tua, seringnya pemicu kemarahan bisa jadi karena hal sepele. Ketika dihadapkan pada situasi tak terduga akibat tingkah polah anak yang kemudian diartikan sebagai hal yang menyebalkan. Nah ini yang sering kali terjadia dan saya alami. 

Meskipun pemaparan dalam buku ini dalam bahasa sederhana yang sangat mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui. Tetap saja selalu ada bagian yang menohok hati terdalam. Bagaimana tidak, marah untuk hal-hal yang terkadang wajar dilakukan oleh anak-anak.

Padahal, marah juga tidak baik untuk kesehatan. Marah boleh saja tapi sering marah-marah tidak jelas ini yang tidak boleh. Meskipun dalam sehari setiap wanita perlu mengeluarkan 2 ribu kata, tidak harus dengan cara marah-marah.

Tantangan mendidik anak memang semakin besar seiring perkembangan zaman. Tapi tidak berarti tidak mustahil tantangan itu harus ditaklukkan.

Buk ini, kembali menyadarkan bahwa apa makna dan hakikat pengasuhan itu sendiri. Bukankah, anak adalah amanah dari Allah. Tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Allah memberikan dalam kondisi fitrah yang lurus. Tak perlu muluk-muluk minimal tetap On Track dalam fitrahnya saja.

"Parenting itu tak hanya tentang tujuan, tapi bagaimana kita dan anak menjalani setiap prosesnya"

Kutipan ini yang selalu terngiang-ngiang. Bisalah saya tetap on track, menjadi  ibu yang pro aktif bukannya menjadi reaktif. Memfasilitasi bukannya menghambat. Selalu berproses menuju kebaikan.



#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikatMakna
#Day6

No comments:

Post a Comment