Tuesday, 2 April 2019

Don't Be Angry Mom bag. 2

Bismillah.

Wajarlah jika dalam salah satu sabdanya Rasulullah menyebutkan marah sebagai salah satu hal yang harus dihindari. "Jangan marah, bagimu surga". Bahkan pahalanya surga, karena banyak hal negatif yang diakibatkan dan juga merugikan, diri sendiri dan orang lain.

Marah, meskipun merupakan suatu sikap wajar. Bisa menjadi satu hal yang menyeramkan ketika disalurkan secara destruktif. Bisa menjadi lingkaran setan. Ya, lingkaran yang tidak ada ujung pangkalnya. Ketika orang tua sering marah-marah. Anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Karena anak adalah Copy Paste terbaik. Memiru dan melakukan apa yang orang tuanya kerjakan. Dan kelak anak akan mempraktikkan pola asuh kita kepada keturunannya kelak. Na'udzubillah.

Marah memang terkadang diperlukan. Untuk menunjukkan sikap tegas orang tua ketika anak-anak sudah melewati batas dan syariat yang telah di tetapkan. Orang tua yang bijak bisa mengontrol diri. Tahu kapan waktu untuk marah, dan marah sewajarnya saja.

Mendidik anak tanpa marah memang tidak mudah tapi tidak mustahil dilakukan. Mengubah cara lama dan memperbaiki pola asuh. Berproses dan menikmati setiap prosesnya. Menurunkan standar yang telah ditentukan. Selama anak-anak bermain dan bereksplorasi dalam ranah positif, awasi, dukung dan jadi fasilitator dan mentor yang baik. Mereka buka miniatur orang dewasa, tapi mereka memiliki dunia sendiri dengan pola pikir yang masih terbatas.

Kalau kita berpikir bahwa mendisiplinkan anak dengan marah-marah. Itu adalah cara kuno dan salah kaprah. Segera tinggalkan.
Semoga kita bisa menjadi orang tua dengan tingkat kewarasan yang stabil sehingga bisa santai dalam menghadapi segala macam tantangan yang ada.


#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikat Makna

No comments:

Post a Comment