Bismillah.
~Be the change that you want to see in the world~.
- Mahatma Gandhi
Ikatlah ilmu melalui tulisan. Begitulah kiranya nasehat dari para ulama terdahulu. Ilmu yang dipelajari hendaknya di tulis ulang. Kalau bisa dibagikan sehingga apa yang kita pelajari bisa dipelajari dan tersampaikan kepada yang tidak hadir dalam majelis ilmu.
Setelah kedatangan tamu -Jazimah Al Muhyi- pada KULWAP beberapa hari yang lalu di Rumbel Literasi Ip Salatiga dengan tema "Ibu Cinta Buku". Tema yang kelihatannya sederhana tapi sangat besar dampaknya. Karena tidak semua kita memiliki kesempatan dan menyempatkan waktu untuk membaca.
Apalagi dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Membuat kegiatan membaca dan menulis sedikit tergeserkan maknanya. Kalau dulu aktivitas membaca menggunakan media buku, koran dan fisik bacaan masih bisa disentuh. Seiring perkembangan zaman, sekarang membaca secara virtual. Tapi, membaca saja ternyata tidak cukup. Perlu aktivitas menulis untuk mengikat ilmu yang telah kita pelajari.
Menulispun sekarang tergeserkan maknanya. Menulis bukan sekedar menggunakan pensil dan pulpen tapi apapun medianya asalkan apa yang telah kita pelajari kemudian kita tuangkan dalam bentuk tulisan.
Maka dari itu dibuatlah tantangan "Mengikat Makna". Dengan harapan membentuk kebiasaan membca dan menulis bisa dimulai dari hal terkecil. Me-review apa yang telah kita baca untuk dibagikan. Menjadi agen kebaikan dan agen perubahan sekecil apapun bentuknya.
Bacaan hari ini adalah buku "Mencari Mutiara di Dasar Hati" seri 1. Buku ini menuliskan beberapa tulisan yang telah dimuat pada salah satu rubrik Ruhaniyat salah satu rubrik tetap Majalah Tarbawi yang lahir sekitar bulan Mei tahun 1998.
buku ini merupakan kumpulan naskah perenungan ruhani yang membahas tema-tema bersifat spiritualitas dan keruhanian. Sehingga banyak sekali untaian nasehat-nasehat di dalamnya.
*Reading Challenge 21 Hari (26 Maret-23 April) Mengikat Makna*
#readingchallenge
#literasiIPSalatiga
#21harimengikatmakna

No comments:
Post a Comment