Bismillah.
Letak geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan dikelilingi oleh lautan membuat negeri ini berpotensi dihantam banyak bencana alam.
Terhitung sejak awal tahun 2018, terjadi sejumlah bencana alam dengan dampak besar yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
Dan kembali awal tahun ini ditandai dengan beberapa bencana yang kembali melanda. Sebut saja banjir bandang yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, beberapa hari kemarin.
Tidakkah rentetan peristiwa ini kemudian menyadarkan kita bahwa bisa saja kerusakan demi kerusakan yang terjdii akibat ulah manusia sendiri. Kembali, merenung sejenak. Bahkan Allah SWT sudah meperingatkan dengan sangat jelas di dalam Al Qur'an surah Ar Ruum ayat 41 bahwa "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar". Ayat tersebut secara jelas menegaskan tentang campur tangan manusia sendiri yang menyebabkan beberapa kerusakan dan bencana yang terjadi. Sebagai seorang Muslim, kita harus meyakini bahwa setiap apa yang terjadi, termasuk musibah dan bencana, adalah atas kehendak-Nya dan ada pelajaran (ibrah) dalam kehidupan. Musibah dan bencana yang menimpa adalah sebagai sarana introspeksi diri, bukan bahan penyesalan tanpa berkesudahan, berkeluh kesah, sehingga harus berputus asa dari rahmat-Nya. Sudah seharusnya sebagai seorang Muslim, kita hendaknya memperbanyak istighfar, zikir, dan bertobat kepada-Nya. Semoga Allah mengganti musibah dan bencana dengan kemudahan, kebaikan, dan keberkahan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Dia akan memberikan cobaan kepadanya." (HR Bukhari).
Tidakkah rentetan peristiwa ini kemudian menyadarkan kita bahwa bisa saja kerusakan demi kerusakan yang terjdii akibat ulah manusia sendiri. Kembali, merenung sejenak. Bahkan Allah SWT sudah meperingatkan dengan sangat jelas di dalam Al Qur'an surah Ar Ruum ayat 41 bahwa "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar". Ayat tersebut secara jelas menegaskan tentang campur tangan manusia sendiri yang menyebabkan beberapa kerusakan dan bencana yang terjadi. Sebagai seorang Muslim, kita harus meyakini bahwa setiap apa yang terjadi, termasuk musibah dan bencana, adalah atas kehendak-Nya dan ada pelajaran (ibrah) dalam kehidupan. Musibah dan bencana yang menimpa adalah sebagai sarana introspeksi diri, bukan bahan penyesalan tanpa berkesudahan, berkeluh kesah, sehingga harus berputus asa dari rahmat-Nya. Sudah seharusnya sebagai seorang Muslim, kita hendaknya memperbanyak istighfar, zikir, dan bertobat kepada-Nya. Semoga Allah mengganti musibah dan bencana dengan kemudahan, kebaikan, dan keberkahan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Dia akan memberikan cobaan kepadanya." (HR Bukhari).

No comments:
Post a Comment