Friday, 5 April 2019

Sayangi bumi kita

Bismillah.

Kebersihan sebagian dari iman. Ungkapan ini adalah salah satu bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga lingkungan agar selalu bersih.

Sayangnya kesadaran masyarakat kita, masih sangat minim tentang pembuangan pengolahan sampah. Masih saja ditemukan banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Padahal menurut survey Indonesia termasuk salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia. Kebayang kan, bagaimana andil kita dalam mencemari lingkungan.

 Beberapa hari lalu, berkunjung ke salah satu tempat wisata tapi sungguh miris. Hampir di setiap sudut, sampah bertebaran. Bahkan ditempat yang seharusnya dijaga. Kebanyakan sampah plastik yang kita tahu akan sangat lama waktu yang dibutuhkan untuk terurai.

Membaca majalah Trubus edisi September tahun 2014. Disalah satu pembahasannya tentang tanaman hias. Membahas kreasi daur ulang sampah. Selain menjaga lingkungan juga membantu mengolah limbah. Sampah yang seringkali berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) disulap menjadi barang yang bisa menghasilkan. 



Memilah sampah sudah tidak cukup lagi. Kita harus memikirkan solusi untuk mengurangi penggunaan sampah sekali pakai. Mari sayangi bumi kita untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikat makna

Thursday, 4 April 2019

Aku bangga jadi petani

Bismillah.

Petani menjadi pekerjaan terbesar di dunia. Karena kebutuhan pangan berasal dari sana. Membangun sistem pangan yang kuat tidak hanya dengan melakukan perubahan di bidang pangan dan pertanian.

Sejak mengikuti pelatihan bertanam secara hidroponik akhir 2013. Saya bersama suami mulai membuat dan mempraktikkan hasil pelatihan. Karena waktu itu suami masih kerja kantoran, hidroponik hanya sebagai hobi aja. Tapi sejak tahun 2016 sua.i sudah tidak kerja kantoran lagi. Kemudian lebih serius menggarap lahan yang ada.

Sejak saat itu, mulai lebih banyak belajar tentang pertanian modern. Salah satu media belajarnya dari Majalah Trubus. Majalah ini, menyajikan beragam info tentang pertanian dan tekhnologi dan inovasi terkini yang sedang dikembangkan disektor pertanian. Dari majalah ini juga, bisa mengenal beberapa pegiat tanaman lain. Selain itu, bertanam sendiri kebutuhan sayur dan TOGA (Tanama Obat Keluarga) setidaknya membantu ketahanan pangan keluarga. Memetik sayuran sendiri lebih segar dan tentunya membantu pemeliharaan lingkungan.


#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikatMakna

Tuesday, 2 April 2019

Don't Be Angry Mom bag. 2

Bismillah.

Wajarlah jika dalam salah satu sabdanya Rasulullah menyebutkan marah sebagai salah satu hal yang harus dihindari. "Jangan marah, bagimu surga". Bahkan pahalanya surga, karena banyak hal negatif yang diakibatkan dan juga merugikan, diri sendiri dan orang lain.

Marah, meskipun merupakan suatu sikap wajar. Bisa menjadi satu hal yang menyeramkan ketika disalurkan secara destruktif. Bisa menjadi lingkaran setan. Ya, lingkaran yang tidak ada ujung pangkalnya. Ketika orang tua sering marah-marah. Anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Karena anak adalah Copy Paste terbaik. Memiru dan melakukan apa yang orang tuanya kerjakan. Dan kelak anak akan mempraktikkan pola asuh kita kepada keturunannya kelak. Na'udzubillah.

Marah memang terkadang diperlukan. Untuk menunjukkan sikap tegas orang tua ketika anak-anak sudah melewati batas dan syariat yang telah di tetapkan. Orang tua yang bijak bisa mengontrol diri. Tahu kapan waktu untuk marah, dan marah sewajarnya saja.

Mendidik anak tanpa marah memang tidak mudah tapi tidak mustahil dilakukan. Mengubah cara lama dan memperbaiki pola asuh. Berproses dan menikmati setiap prosesnya. Menurunkan standar yang telah ditentukan. Selama anak-anak bermain dan bereksplorasi dalam ranah positif, awasi, dukung dan jadi fasilitator dan mentor yang baik. Mereka buka miniatur orang dewasa, tapi mereka memiliki dunia sendiri dengan pola pikir yang masih terbatas.

Kalau kita berpikir bahwa mendisiplinkan anak dengan marah-marah. Itu adalah cara kuno dan salah kaprah. Segera tinggalkan.
Semoga kita bisa menjadi orang tua dengan tingkat kewarasan yang stabil sehingga bisa santai dalam menghadapi segala macam tantangan yang ada.


#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikat Makna

Monday, 1 April 2019

Don't Be Angry Mom

Bismillah.

Buku ini udah beli sejak 2 bulan lalu tapi belum sempat-sempat bacanya. Baca sekilas aja. Hari ini menyempatkan membaca beberapa lembar. Banyak sentilan- sentilan disana sini yang menggelitik perasaan. Secara teori sudah tahu tapi tetap saja dilakukan. Astaghfirullah...

Marah memang merupakan emosi yang wajar manusiawi. Tapi bagaimana melampiaskan kemarahan itu yang terkadang tidak wajar dan tidak manusiawi. Ya, kemunculan emosi ini terkafang tidak bisa dihindari. Banyak faktor pemicunya.

Sebagai orang tua, seringnya pemicu kemarahan bisa jadi karena hal sepele. Ketika dihadapkan pada situasi tak terduga akibat tingkah polah anak yang kemudian diartikan sebagai hal yang menyebalkan. Nah ini yang sering kali terjadia dan saya alami. 

Meskipun pemaparan dalam buku ini dalam bahasa sederhana yang sangat mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui. Tetap saja selalu ada bagian yang menohok hati terdalam. Bagaimana tidak, marah untuk hal-hal yang terkadang wajar dilakukan oleh anak-anak.

Padahal, marah juga tidak baik untuk kesehatan. Marah boleh saja tapi sering marah-marah tidak jelas ini yang tidak boleh. Meskipun dalam sehari setiap wanita perlu mengeluarkan 2 ribu kata, tidak harus dengan cara marah-marah.

Tantangan mendidik anak memang semakin besar seiring perkembangan zaman. Tapi tidak berarti tidak mustahil tantangan itu harus ditaklukkan.

Buk ini, kembali menyadarkan bahwa apa makna dan hakikat pengasuhan itu sendiri. Bukankah, anak adalah amanah dari Allah. Tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Allah memberikan dalam kondisi fitrah yang lurus. Tak perlu muluk-muluk minimal tetap On Track dalam fitrahnya saja.

"Parenting itu tak hanya tentang tujuan, tapi bagaimana kita dan anak menjalani setiap prosesnya"

Kutipan ini yang selalu terngiang-ngiang. Bisalah saya tetap on track, menjadi  ibu yang pro aktif bukannya menjadi reaktif. Memfasilitasi bukannya menghambat. Selalu berproses menuju kebaikan.



#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikatMakna
#Day6

Saturday, 30 March 2019

Cemerlang Bersama Al Qur'an

Buku seri cemerlang bersama Al Qur'an karya Ratna Dewi Idrus adalah buku Favorit anak-anak. Setiap hari berulang kali dibaca. Sampai hafal ceritanya. Cerita yang disarikan dari kisah-kisah Al Qur'an dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna anak-anak.

Buku yang terdiri dari 10 buku ini, mengajarkan akhlaq, adab dan tauhid dengan contoh yang mudah dipahami sehingga anak-anak tidak merasa bosan.

Otomatis bunda juga harus baca ceritanya. Karena sudah hafal ceritanya. Harus selalu berimprovisasi sehingga anak-anak selalu antusias.



#ReadingChallange
#LiterasiIpSalatiga
#21HariMengikatMakna